Maraknya Jasa "Galbay Aman" Pinjol Jelang Idulfitri, Solusi atau Masalah Baru?
INGIN MENJADI JURNALIS MEDIA ONLINE AMBARITA NEWS, HUBUNGI NOMOR TELEPON ATAU WHATSAPP 082130845668

Maraknya Jasa "Galbay Aman" Pinjol Jelang Idulfitri, Solusi atau Masalah Baru?

Selasa, 18 Maret 2025, 21:30

Ilustrasi: jeratan pinjol


AmbaritaNews.com | Jakarta - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1446 H, fenomena jasa penyelesaian gagal bayar (galbay) pinjaman online (pinjol) semakin marak. Banyak masyarakat yang mengalami kesulitan finansial mencari cara cepat untuk melunasi utang mereka agar bisa merayakan Lebaran dengan tenang. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah jasa "galbay aman," yang mengklaim dapat membantu nasabah melunasi utang di aplikasi pinjol tanpa risiko seperti teror dari debt collector (DC), penyebaran data pribadi, atau dampak buruk terhadap riwayat kredit mereka.


Dalam sebuah forum diskusi daring, seorang penyedia jasa galbay menjelaskan bahwa mereka membantu nasabah yang sudah tidak mampu membayar utangnya di platform seperti Kredivo dan Shopee PayLater. Mereka menawarkan strategi di mana utang lama dilunasi dengan pencairan dana dari aplikasi pinjol lain yang belum melacak data nasabah tersebut.


"Data kalian sudah ter-tracking di aplikasi lama, jadi kami bantu lunaskan dulu sebelum kalian dialihkan ke aplikasi lain yang belum melacak data kalian. Dengan cara ini, kalian bisa bebas dari utang lama tanpa mengalami gangguan dari debt collector," ujar seorang analis galbay dalam forum tersebut, Selasa (18/3/2025).


Mereka juga mengklaim bahwa nasabah tidak perlu mengeluarkan uang pribadi sepeserpun, dan pembayaran akan dilakukan menggunakan dana dari aplikasi baru yang dipilih oleh penyedia jasa. Selain itu, mereka menjanjikan keamanan data dan tidak adanya gangguan dari penagih utang yang biasa terjadi pada pengguna pinjol yang gagal bayar.


Kebutuhan dana yang meningkat menjelang Lebaran menjadi salah satu faktor yang mendorong banyak orang mencari cara instan untuk menyelesaikan masalah finansial mereka. Biaya untuk mudik, membeli pakaian baru, memberikan uang THR kepada keluarga, serta kebutuhan konsumsi yang meningkat sering kali membuat masyarakat terpaksa meminjam uang dari pinjaman online.


Namun, ketika mereka tidak sanggup membayar, jasa galbay ini menjadi pilihan. "Saya ingin bebas dari utang sebelum Lebaran, jadi saya menggunakan jasa galbay ini agar tidak diteror debt collector saat sedang kumpul keluarga," ujar seorang pengguna jasa yang enggan disebut namanya.


Meski terdengar menggiurkan, banyak ahli keuangan yang memperingatkan bahwa metode ini dapat berisiko. Jasa galbay sebenarnya tidak menyelesaikan masalah keuangan, tetapi hanya memindahkan utang dari satu platform ke platform lain, menciptakan siklus "gali lubang tutup lubang" yang bisa semakin memperparah kondisi finansial nasabah.


Selain itu, legalitas layanan ini juga dipertanyakan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah berulang kali memperingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan jasa penyelesaian utang ilegal. "Kami menyarankan masyarakat untuk selalu memilih layanan pinjaman yang legal dan terdaftar di OJK. Menggunakan jasa semacam ini justru dapat membuat nasabah semakin terjerat utang yang lebih besar," kata juru bicara OJK dalam sebuah pernyataan resmi.


OJK dan Bank Indonesia juga mengingatkan bahwa beberapa aplikasi pinjol memiliki sistem pelacakan data yang canggih. Jika nasabah terdeteksi menggunakan jasa galbay, ada kemungkinan riwayat kredit mereka akan semakin buruk dan berdampak pada akses pinjaman di masa depan, termasuk pengajuan kredit rumah atau kendaraan.


Masyarakat Diimbau Lebih Bijak dalam Mengelola Keuangan di tengah lonjakan kebutuhan menjelang Idulfitri, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka. Menghindari pinjaman online yang tidak terkendali dan mencari solusi keuangan yang lebih sehat, seperti menabung sejak jauh hari atau mencari sumber pendapatan tambahan, bisa menjadi langkah yang lebih aman.


Sementara itu, pemerintah diharapkan dapat segera memberikan regulasi yang lebih jelas terkait fenomena jasa galbay ini. Dengan aturan yang lebih ketat, masyarakat bisa lebih terlindungi dari risiko keuangan yang tidak diinginkan.


Idulfitri seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan dan ketenangan, bukan justru menambah beban akibat masalah utang yang semakin menumpuk.  [Diori Parulian Ambarita]

Berita Populer


TerPopuler