Lalat dan Bunga: Mengapa Kebenaran Sulit Diterima
INGIN MENJADI JURNALIS MEDIA ONLINE AMBARITA NEWS, HUBUNGI NOMOR TELEPON ATAU WHATSAPP 082130845668

Lalat dan Bunga: Mengapa Kebenaran Sulit Diterima

Sabtu, 01 Maret 2025, 17:00


Oleh : Syarif Al Dhin


AmbaritaNews.com | Kota Palopo -  Di dunia ini, ada fakta sederhana yang sering kita abaikan: tidak semua orang tertarik pada kebaikan, meskipun sudah jelas mana yang baik dan mana yang buruk. Sama seperti lalat yang lebih memilih sampah daripada bunga, ada orang-orang yang lebih percaya pada kebohongan meskipun kebenaran sudah terpampang di depan mata.


*Mengapa Sulit Meyakinkan Lalat*?


Lalat bukan sekadar serangga yang mengganggu, ia adalah simbol dari pola pikir yang enggan berubah. Lalat mencari sampah bukan karena tidak tahu ada bunga, tetapi karena memang itulah yang disukainya. Begitu juga dalam kehidupan, ada orang yang terus menerus percaya pada informasi palsu, meskipun faktanya sudah jelas bertentangan.


*Contoh sederhana*:


-  Sudah jelas Pertamax palsu, masih saja percaya!


-  Orang berdasi bicara, langsung dianggap benar, padahal bisa saja itu tipu daya!


Seberapa sering kita melihat orang lebih mudah percaya pada propaganda, hoaks, atau janji manis politisi dibanding fakta yang sesungguhnya?


*Kebenaran Tak Selalu Menarik*


Bunga itu indah, harum, dan memberikan manfaat. Tapi bagi lalat, keindahan dan aroma wangi bukanlah sesuatu yang menarik. Mereka tetap lebih suka berkeliaran di tempat-tempat kotor. Sama halnya dengan manusia, tidak semua orang tertarik pada kebenaran dan kejujuran.


*Mengapa*?


-  Kebohongan lebih nyaman – Orang lebih suka mendengar apa yang mereka ingin dengar, bukan apa yang benar.


-  Kebenaran itu pahit – Fakta sering kali menyakitkan dan menuntut perubahan, sementara kebohongan menawarkan kenyamanan semu.


-  Manipulasi lebih menarik – Kata-kata manis dan janji palsu dari orang berdasi lebih mudah diterima daripada realitas yang pahit.


*Jadi, Haruskah Kita Menyerah*?


Tentu tidak! Meskipun sulit, bunga tetap harus mekar dan menyebarkan keharumannya, bukan berubah menjadi sampah hanya karena lalat lebih suka kotoran. Tugas kita bukan untuk memaksa semua orang berubah, tetapi untuk tetap teguh dalam kebenaran.


Jika kamu menemukan seseorang yang lebih percaya pada sampah informasi daripada fakta, jangan habiskan energimu untuk berdebat. Sebaliknya, teruslah menjadi "bunga" yang tetap menyebarkan manfaat dan kebaikan. Sebab, meskipun lalat tak tertarik pada bunga, kupu-kupu dan lebah akan selalu datang mencari keindahan dan keharuman. (SaD)


_Penulis adalah Aktivis sekaligus Kuli Tinta Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) dari Kota Palopo_

Berita Populer


TerPopuler