![]() |
Syaefudin Simon, Selasa (25/2/2025) |
AmbaritaNews.com | Anggota Satu Pena Jakarta, Syaefudin Simon
Tubuhku mengigil
Mulutku terkunci
Mataku gelap
Telingaku tuli
Sakit. Sakit. Seluruh sendi tubuhku tersayat. Perih. Perih.
Dan, byar....
Seberkas cahaya melayang dari jasadku
Kulihat tubuhku terkulai lemah. Tak berdaya.
Istri dan anak-anakku menangis
Ayah, ayah, jangan tinggalkan aku
Mereka memelukku. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa.
Aku telah berubah menjadi ion
Berpendar di hamparan putih tak berujung
Aku segera terbang, bersama ion-Ion lain yang menjemputku.
Aku terdiam. Tak mengerti, di mana aku?
Aku ditarik oleh bertrilyun-trilyun ion menuju sebuah ruang putih tak berdinding, di hamparan tak berbatas yang maha maha maha luas.
Tetiba gelombang raksasa ion itu menghentakkan aku di sebuah planet merah jingga.
Aku bertanya dalam hati, inikah planet Mars di sistem tata surya?
Bukan! Sebuah jawaban serentak muncul dari gelombang raksasa ion-ion. Suaranya bergemuruh, riuh, tapi lembut penuh kasih.
Aku terdiam. Terlihat ada sinar biru tersenyum padaku. Cahayanya berpendar-pendar: Selamat datang di kehidupan baru, katanya dengan syahdu.
Sayangku, kau kini berada di sebuah planet bernama Xsin di Zen System di Galaksi Andromeda (1)
Kondisinya sangat berbeda dengan Planet Bumi di Solar Sistem di Galaksi Milky Way. Zen system hanyalah satu di antara milyaran system rotasi planet-planet dan bintang-bintang di Andromeda.
Kau akan bangkit menjadi makhluk hidup di sini bersama mahluk-mahkuk hidup yang lain, kedip sinar biru yang kumengerti maksudnya.
Aku kedipkan mata. Kutebar pandanganku ke sekeliling wahana kehidupan baru.
Kulihat banyak spesies yang unik yang tak pernah terbayangkan waktu hidup di Planet Bumi. Spesies mirip manusia berkulit mutiara berseliweran. Mereka tak makan dan minum. Mereka cukup menghirup gas helium sebagai sumber energi kehidupannya. Reproduksinya dengan bio artificial intelligence. Gendernya berbeda dengan spesies homo sapiens. Tak ada pria dan wanita. Tak ada homo dan lesbi. Entah bagaimana. Aku belum mengerti fenomena di kehidupan baruku di planet Xsin.
Ketika aku sedang merenung, tetiba sebuah sosok spesies dari planet Xsin mengajakku ke sebuah ruang komputer raksasa. Ia mengenalkan diri, namanya Mizu.
Mizu berkata,
Ini komputer kuantum ionik super kilat yang bisa mengamati seluruh alam raya yag jumlahnya trilyunan galaksi.
Komputer ini bisa mengamati ledakan big bang yang terjadi setiap sepertrilyun detik di trilyunan galaksi di seluruh multiverse (2). Hoh?
Betapa banyak universe dalam multiverse? Aku tertegun. Betapa maha besarnya Tuhan yang menciptakan multiverse yang masih belum diketahui manusia di planet bumi yang berada di satu universe dengan trilyunan galaksi itu.
Aku terperanjat. Allahu akbar. Allahu akbar!
Betapa Maha Besarnya Tuhan Jagat Raya.
Tanpa kusadari aku mengucapkan
Allahu Ahad
Allahu Somad
Lam Yalid Walam Yulad
Walam Yakullahu Kufuwan Ahad (3)
Aku hampir pingsan mendengar penjelasan Mizu
Tentang Kemahabesaran Ilahi Rabi
Yang menaungi diri, yang kini berbentuk setitik ion di sebuah galaksi, yang dipenuhi bertrilyun trilyun bintang yang besarnya berlmilyar trilyun kali bumi
Allahhu Akbar Tuhan Semesta dengan segala maha yang tak tertandingi
Tetiba aku ingin melihat di mana keberadaan orang-orang yang dipuji manusi planet bumi seperti nabi, resi, dan raja mumpuni. Di mana mereka berada di antara trilyunan galaksi?
Kuketik nama Muhammad
Di layar komputer raksasa terlihat sosok manusia gagah perkasa. Ia sedang tersenyum, duduk di singgasana bercahaya, yang arsitekturnya seperti Keraton Jawa.
Keketik nama Isa Al Masih
Di layar komputer muncul sosok manusia ganteng berambut gondrong bersorot mata penuh kasih.
Singgasananya sangat indah seperti istana Romawi.
Kuketik nama Shidarta Gautama
Di layar komputer muncul sosok manusia mulia dengan penampilan sederhana.
Ia duduk di singgasana indah yang dikelilingi danau penuh teratai putih dan jingga.
Kuketik nama Rendra
Di layar komputer terlihat Rendra muda sedang berada di istana megah membacakan puisi pamflet yang mengumandangkan pemberontakan terhadap penguasa serakah.
Kuketik nama Denny JA
Di layar komputer terlihat Denny remaja tengah berdiri di kantor LSI Jalan Pemuda Jakarta sedang membacakan puisi esai dari buku Atas Nama Cinta, karya monumentalnya.
Kuketik nama Mulyono
Di layar komputer terlihat Jokowi tengah berbicara dengan Prabowo di Istana Merdeka. Suara mereka tak terdengar, kecuali kata Danantara... Oh Danantara.
Capek.
Aku capek menulis nama-nama manusia yang ingin kuketahui.
Mizu berkata, trilyunan nama kau ketik di komputer kuantum ionik super kilat ini.
Ia pasti menjawabnya dengan rinci
Soal apa pun dengan pasti.
Dari niat suci manusia sampai manusia pura pura suci dengan berbusana putih.
Mizu berkata, Alam Semesta mencatat semua kelakuan manusia di komputer ini, dari yang paling sederhana sampai yang paling canggih.
Dari perbuatan nyata sampai yang tersembunyi. Persis seperti apa yang tertulis dalam mushaf Quran. Perbuatan baik dan buruk sebesar zarah pun akan tercatat (4) di komputer kuantum ionik super kilat ini. Tak ada yang luput sedikit pun. Dan pelakunya akan menanggung konsekwensinya secara adil.
Catatan-catatan ini akan menjadi basis data, di mana ion-ion akan hidup kembali dalam bentuk spesies apa? Di planet mana yang kompatibel dengan struktur ion-ionnya.
Setiap spesies akan beregulasi sesuai dengan karakter ion-ion yang membentuknya. Apa yang dikatakan manusia tentang sorga dan neraka adalah sejenis kehidupan baru yang terbentuk dari karakter ion-ion tersebut. Terserah, apa manusia ingin jadi malaikat atau setan laknat, itu tergantung pilihan dalam hidupnya.
Tapi satu hal, kata Mizu, pilihan hidup terbaik dan satu-satunya yang terbaik, best of the best, adalah Cinta. Semua orang suci, semua nabi, semua utusan Ilahi, tujuannya satu: untuk mengabadikan cinta. Cinta kepada sesama ion-ion di semesta raya di pelukan Tuhan Semesta Raya.
Tetiba, terdengar suara istriku Yuli
Ia berkata lembut di telingaku, kesadaran papa sudah pulih
Tadi papah mati suri di ruang operasi
Titik air mata istriku menetes di pipi
Alhamdulillah papa hidup lagi
Catatan Kaki
(1). Galaksi Andromeda adalah sebuah galaksi terdekat dari Milky Way (Bima Sakti) yang berjarak kira-kira 2,52 juta tahun cahaya dari Bumi. Andromeda adalah salah satu galaksi yang dapat dilihat dengan mata telanjang pada malam yang cerah, tanpa bulan, dan tanpa polusi cahaya. Namanya diambil dari rasi bintang di mana galaksi ini tampak, yakni Andromeda -- seorang putri cantik permaesuri Perseus dalam mitologi Yunani.
(2) Jumlah multiverse, atau jumlah alam semesta dalam teori multiverse, belum diketahui secara pasti. Beberapa teori fisika seperti teori kosmologi inflasi abadi, teori string, dan mekanika kuantum menyatakan bahwa multiverse bisa terdiri dari jumlah alam semesta yang tidak terbatas. Berikut beberapa model multiverse yang diajukan oleh para ilmuwan. Pertama, multiverse tingkat I – Alam semesta lain yang berada di luar cakrawala kosmologis kita. Kedua, multiverse tingkat II – Alam semesta dengan hukum fisika berbeda akibat variasi kondisi inflasi kosmik. Ketiga, multiverse tingkat III – Berdasarkan interpretasi banyak dunia dari mekanika kuantum, di mana semua kemungkinan realitas terjadi dalam cabang berbeda. Keempat, multiverse tingkat IV – Alam semesta yang sepenuhnya berbeda dengan matematika dan hukum fisika yang belum kita kenal.
(3) Quran surat Al-Ikhlas, 1-4. Artinya: Tuhan itu Esa. Tempat bergantungan segala sesuatu. Tidak Beranak. Dan tidak diperanakkan.
(4). Quran surat al-Zalzalah, 7-8