Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM)
AmbaritaNews.com | Bandung - Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), mengkritik metode pengajaran seorang guru olahraga yang viral di media sosial. Dalam unggahan TikTok-nya yang telah ditonton lebih dari 3,2 juta kali, Selasa (25/2/2025) Kang Dedi menyoroti video seorang guru yang mengajarkan renang kepada siswa hanya dengan simulasi di lantai dan di atas meja.
“Saya tahu tujuan dari postingan tersebut, tetapi justru itu melambangkan bahwa guru tersebut tidak memahami esensi pendidikan dan arah pendidikan pelajar,” ujar Kang Dedi.
Menurutnya, olahraga memiliki banyak cabang yang bisa dieksplorasi oleh siswa, seperti lari, jalan kaki, bola voli, sepak bola, tenis meja, hingga senam. Oleh karena itu, pendekatan dalam mengajarkan olahraga harus lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Selain itu, Kang Dedi juga menyoroti keluhan para orang tua yang lebih banyak berkaitan dengan pengelolaan tiket renang dibandingkan dengan pelajaran renangnya sendiri. Ia menegaskan bahwa guru seharusnya tidak perlu mengoordinasikan pembelian tiket renang, melainkan hanya perlu mendampingi siswa di kolam renang.
"Guru bisa tetap melaksanakan kegiatan renang tanpa harus mengurus tiket. Siswa cukup membeli tiket sendiri dan datang dengan kesadaran penuh," tambahnya.
Lebih lanjut, Kang Dedi menegaskan bahwa pendidikan seharusnya berfokus pada pengembangan minat dan bakat siswa. Ia mencontohkan banyak orang tua yang rela membayar guru tari, pelatih sepak bola, hingga guru bela diri demi mengembangkan kemampuan anak-anak mereka. Oleh karena itu, ia mengimbau agar pendidikan tidak memaksakan siswa untuk mengikuti pelajaran yang tidak mereka minati.
“Pendidikan esensinya adalah mengembangkan minat dan bakat siswa. Olahraga di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan jiwa dan minat anak-anak,” pungkasnya. [Diori Parulian Ambarita]